19 Jam Di Sabang

Aaaarggh akhirnya kesampaian juga, bisa menginjakkan kaki di tanah paling ujung di jajaran nusantara tercinta ini. Yah, akhirnya aku dapat kesempatan juga ke Sabang, setelah beberapa kali rencana yang gugur dilaksanakan.
Malahan sebenarnya saya tidak berencana untuk ke Sabang. Seminggu setelah lebaran saya sih niat awalnya hanya ingin bertandang ke Banda Aceh, yah sekedar maen2 gitu aja, untuk 3 hari doank. Eh teman saya mencetuskan "kenapa gak ke Sabang aja?'. Waaah, good idea juga. Ngumpulin teman2, eh pada banyak yang ga bisa, yang msih mudik, yang kuliah, yang ada kerjaan. Tapi akhirnya 2 orang sahabat saya, eko en husni (a.k.a fahri) pun mau ikut. Akhirnya dengan tekan bulat, sebulat bola tenis yang dipukul maria sarapova, kami pun siap untuk ke sabang. Dengan persiapan yang serba terburu -abiz keputusan pigi'a baru diputuskan sejam sebelum berangkat, we are ready to go Sabang. rencanannya ialah naek kapal ferry yang bertolah dari dermaga pada pukul 11. Dengan berkendaraan sepeda motor, Saya yang dibonceng husni dan eko yang sendirian tiba di Pelabuhan Ulee Lhee sekitar pukul 9.30. Duh ternyata untuk penumpang yang berkendaaraan motor sudah akan ditutup untuk masuk ke kapal. Dengan menggunakan jasa calo (ooooh, I;m such bad example) kami pun dapat masuk ke kapal. Satu pelajaran hari itu, jika berencana untuk naik kapal yang berangkat jam 11 dan membawa kendaraan pribadi, berusalah tiba di pelabuhan 2 jam sebelum keberangkatan karna kalo bisa2 th kayak kami, terancam ga bisa diangkut. Untuk ke Sabang pun ga perlu merogoh kocek dalem2. Tiket per-orang kelas ekonomi cuma Rp 17rb plus ditambah dengan Rp 21rb karna kami membawa sepeda motor.
Lama perjalanan ke pelabuhan Balohan, Sabang memakan waktu sekitar 2 jam. Bisa seh kalo mau cepet naek kapal cepat Pulo Rondo, tapi ntu kapal gak mengangkut kendaraan pribadi, jadi kami yang membawa sepeda motor urung naek kapal itu. Sebenarnya asik sih naek kapal ferry, mengapa? 1.Krna saya punya banyak waktu untuk menambah perbendaharaan teman saya, 2) Saya bisa menikmati pemandangan indah laut sabang, malah kata orang2 di kapal kalo beruntung bisa menyaksikan lumba-lumba muncul di tengah lautan, waaaaaawwww.
Kapal fery kami menyentuh bibir dermaga pelabuhan balohan selitar pukul setengah 2. Tujuan utama hari itu ialah ke Pantai Gapang dan Pantai Iboh, spot2 wisata paling hype pengunjungnya di Saban. Tapi kami ke arah kota dulu untuk mengisi tangki perut yang sudah krisis dan mencari tempat untuk shalat dzuhur. Wah ternyata saya baru tau bahwa di sabang kebanyakan jalannya itu diperuntukan untuk jalan satu arah, jadi kami yang belum pernah ke sabang pun sempat beberpa kali kecile karna tidak tahu. ujung2 jadi muter deh gak karuan.
Kelar makan en shalat. tanpa buang2 waktu kami pun langsung menuju ke tempat yang kami sasar. Ternyata menuju tempat wisata itu tidak terlalu sulit. Petunjuk jalannya lengkap, bagus dan mengarah. Selain itu penduduknya pun ramah sehingga gak perlu takut tanya2.
Dua pantai yang kami sasar, Gapang dan Iboh terletak di satu jalur jalan yang sama. Tapi sayangnya jalan ke sana masih banyak yang rusak dan berpasir, apalagi di jalan yang menanjak masih banyak lobangnya, teman saya aja hampir terperosok.
Walau perjalanannya lelah dan panjang (Sekitar hampir 1 jam) Kami tiba di Iboh. sebenarnya sih bisa ke pantai Gapang karna letak pantai Gapang itu sendiri tepat sebelum pantai Iboh , tapi teman saya eko bilang kalo katanya iboh lebih bagus.
And wooow, what we've been through to get to this place is all worth it, sumpah pantainya bagus banget, Lautnya yang bening dan pasir putih yang menggoda serta view yang indah bikin pegel2 karna naek sepeda motor pun sirna, kalo Daniel radcliffe kesini dia mungkin bilang "It's Bloody Beautiful.."
Dengan memanfaatkan waktu yang super sempit, saya pun langsung cebar-cebur ke pantai. Longok kanan, longok kiri, liat2 mana tuh yang nyewain jetski ama banana boat. Wah koq ga ad, kata temenku ada, mana sih, Kalo dia boong ga mungkin soalnya dia punya fotonya, wah sedikit kuciwa lah karna ga bisa nek itu. Yah jadinya saay cuma maen2 air di laut ama foto2 aja maklum ga bisa berenang jadinya cuma bisa keki ngeliat si eko ma husni bisa bersnorkling ria... huuuh.
Setelah puas, saya en konco2 pun bergerak untuk pulang. Pulangnya melewati pantai Gapang. mampir aaaaahh. Husni ngusulin buat nginap di cottage yang ada di gapang. tapi ditentang, yah karna ntar takutnya ga dapet ngejar fery besok pagi yang berangkat pukul 2 pagi. Jadinya kami cuma makan ama bersihin diri di Gapang.
Malam kami baru nyampe di kota sabang, nyari makan ama penginapan lalu dilanjutkan dengan berjalan2 di kota Sabang sambil nyobain temapt makan yang enak2 di sabang, setelah kami meminta rekomendasi dari penduduk sabang yang kami temui di kapal.




Esok paginya, kami siap untuk meninggalkan Sabang. Waktu sudah menunjukkan pukul enam lewat, kami pun bergegas menuju pelabuhan Labuhan. Dasar norak en narsis. Disepanjang perjalanan kami sempat2nya untuk berhenti untuk mengabadikan moment di beberapa spot yang kami anggap punya view yang bagus. Sampai di pelabuhan, sudah hampir pukul setengah 7an, dasar mang gak pernah belajar dari pengalaman bahwa seharusnya kami datang tepat waktu yaitu pukul 6, kami pun harus berjuang merebut tiket agar bisa masuk ke kapal. Rupanya hari itu lagi banyak muatan kendaraan gede. Saat itu sudah masuk beberapa truk besar dan bus yang mengangkut para altet Persas. Sialnya lagi, ternyata kuota untuk kendaraan bermotor sudah menipis. Betapa kedernya kami saat itu karena kami beberapa di deretan2 baris terbelakang. Sebenarnya sih yang keder berat teman saya Eko yang harus masuk kerja hari itu. Saya dan husni senang2 aja karna terbayang di otak kami bahwa kami punya kesempatan lagi untuk mengunjungi tempat2 wisata yang kemarin luput kami tandangi. Eh ternyata maksud makhluk2 nan imut-imut itu ternyata urung terjadi. Saat itu staf di fery berteriak "5 lagi masuk", wah kami yang tepat berada di gerbang langsung senang(en sedikit kecewa) karna dapat kesempatan untuk balik ke Banda Aceh hari itu juga. Sempat terjadi rebut2an untuk masuk ke kapal, berhubung orang2 yang berada di belakang kami masih cukup banyak. Malahan saking berebutnya, seorang bapak dengan teganya menarik tangan cungkring saya ini agar dia bisa masuk ke kapal. Well kata orang kalo orang baik (en keren) itu banyak kesempatan menangya, kami pun berhasil masuk kapal dan meninggalkan pulau Sabang nan indah itu.




"Ah apaan tuh cuma sehari di sabang" kata temen saya yang di Banda Aceh. Iya juga sih, kalo kata dokter Boyke, kami gak dapet klimaksnya gitu (buset, bahasanya dewasa banget). Masih terlalu banyak keindahan dan tempat wisata yang luput dari jamahan kami. Yah seperti pulau rubiah, nol kilometer, en air terjun yang katanya tidak kalah indahnya. Yah sepertinya memang harus ada KE SABANG Part 2-nya nih. Sperti kata sahabatnya husni "Pokonya sebulan sebelumnya dah harus direncanai, jangan terburu2". yup saya bakal balik lagi ke sabang. Ntah kapan, pokonya ntar saya akan kembali lagi untuk menikmati keindahan Sabang.
Ada yang mau ikut dengan Saya?????

* Thx buat Raisa, Nina, Kak Eri, Pak Adzhari, Dila, Joko dan ibu2 penumpang yang sudi untuk beramah-tamah dengan orang2 gila seperti kami ini di kapal. We very appreciate your kindness.

** Maaf jika fotonya tidak banyak menampilkan keindahan dan suasana Sabang. Karena norak dan terlalu narsis Saya jadi yang kepikiran cuma untuk memotret diri sendiri saja, he he he. Next time will be better
*** Baca angle wiew yang lain tentang liburan sabang kami di blog teman saya, KEMALARIVAL.BLOGSPOT.COM. His got better story than mine

2 comments:

  1. beeuuuu...foto-fotonya bikin panaaaaassss!!!!hhhhhh...pengeeeenn...

    ReplyDelete
  2. ck ck ck .... makasi for ending story yang mencantumkan OPen ID que..
    but wanna ask u...who is your dandan friends?? its not me rite?huakakak

    ReplyDelete