Bekerja di instansi pemerintah membuat Saya melihat banyak hal, salah satu yang saya lihat pada saat menjelang lebaran kemarin ialah apa yang Saya sebut dengan Pengemis Berdasi.
Fakta menyebutkan bahwa menjelang lebaran biasanya tingkat pengemis meningkat. Fakta yang ternyata benar adanya melihat dari apa yang saya dapati kemarin. Kantor tempat saya bekerja, didatangi oleh para "Pengemis" yang meminta uang untuk memnuhi kebutuhan lebaran nanti. Tapi pengemis yang datang bukanlah pengemis biasa karena yang hadir ialah Pengemis2 berdasi. Berdasi disni bukan berarti mereka yang datang dengan dasi terikat di leher. Berdasi disini lebih kepada pengertian bahwa mereka yang datang itu berasal dari kalangan yang tidak berpenampilan seperti pengemis, berpenampilan rapi, punya pekerjaan (mungkin) dan datang dengan kendaraan pribadi. Tapi yang mereka lakukan ialah tindakan meminta2 yang lazimnya dilakukan oleh kaum tidak punya. Yang datang itu melipitu dari orang2 yang berasal dari instansi, lembaga, kantor, atau badab tertentu. Beberapa diantaranya ialah orang2 yang berasl dari lembaga yang mengatasnamakan agama dan orang dari kelompok jurnalisme. Shame on theme, dimana sih letak harga diri mereka, padahal jelas disebutkan bahwa mengemis itu sesuatu yang hina. Mereka mungkin tidak merasa karena mereka berpenampilan tidak dekil or kumal, sehingga mereka berpikir bahwa mereka tidak jauh berbeda dari orang2 yang sering kita temui di simpang jalan or simpang lampu merah.
Dimata saya mereka itu, senecis apapun penampilan mereka, bagi saya tetap saja mereka itu NO PRIDE AT ALL.
Pengemis Berdasi
Tagged:
0 comments:
Post a Comment