Sudah menjadi tradisi bagi kami, alumni SMA Saya, Angkatan 2004 SMU Negeri 1 untuk mengadakan acara reuni yang dibarengi dengan acara berbuka bersama pada setiap penghujung bulan Ramadhan di setiap tahunnya. Demikian juga dengan tahun ini, acara diadakan pada penghujung Ramadhan demi untuk mengakomodir teman2 yang baru pulkam di akhir2 puasa. Tahun ini, untuk kesekian kali acara diadakan di Restoran Bombay, satu tempat makan yang populer di kota tempat tinggal saya di Meulaboh. Kalau boleh jujur sih sebenarnya tempat ini bukanlah favorit saya, di keseharian saya pun jarang nongkrong di tempat ini. Dikarenakan jika dibandingkan denga tempat makan lain yang punya konsep dan sajian makanan yang sama, maka resto Bombay ini jauh tertinggal. Tapi yah pemilihan Bombay sebagai veneu untuk acara ini lebih kepada bahwa inilah tempat yang masih buka pada saat akhir2 puasa ketika banyak tempat lain sudah tutup dikarenakan sudah mendekati lebaran dan Bombay juga mempunyai space yang luas untuk menampung orang dalam skala ramai.
Maka, jadilah acara itu diadakan pada hari minggu, 28 Sept kemarin. Dilihat dari yang hadir, maka peserta untuk tahun ini jauh menyusut dari tahun lalu. Acara pun tetap berlangsung. Dan selayaknya acara kumpul2, maka yang terjadi ialah keributan kecil karena melepas kangen dengan teman2 yang sudah jarang ditemui. Mulai dari bertanya tentang kabar dan nasib studinya, berbagi cerita masa SMA dulu, dan bercanda dengan sahabat lama. Tapi sayangnya acara yang septutnya diisi dengan riang-canad-gembira itu mulai melewati batas. Itu dimulai ketika bebrapa teman saya memulai aksi2 jail mereka dengan melempar-lempar kemasan aqua dan makanan sisa ke arah kerumunan2. Yah jika pernah melihat film/serial remaja amrik sana, pernah lah melihat adegan ketika seorang bocah bengal melempar makanan ke arah teman2nya yang lalu diikuti dengan pernag lemapr-lemparan makanan di kantin yang melibatkan seluruh penghuni kantin. Nah yang terjadi kemarin malam yah hampir2 seperti itu, cuma yah levelnya masih rendah, tapi bukan tidak mungkin jika diteruskan maka adegan di film remajaamrik itu benar2 terjadi. Dan acara malam itu berlangsung "rusuh" dan "ricuh", thanks to teman2 saya yang berperilaku norak dan berteriak2 bagai manusia gua yang praktis membuat kerumunan kami jadi pusat perhatian malam itu, yah pusat perhatian dari angkatan 2003 dan 2005 yang kebetulan melangsungkan acara mereka di saat dan tempat yang sama. Saya hanya mampu terdiam melihat betapa bebrapa teman2 saya kenyataannya perilaku yang ditampilkan tidak sedewasa umur mereka. Ingin sekali saya meninggalkan kerumunan kami -seperti yang dilakukan oleh 2 sahabat saya- tapi untuk menghargai panitia yang telah membuat acara maka saya hanya dapat duduk menahan malu diliatin oleh seisi restoran. Yah, acara malam itu yang SEHARUSNYA-MENYENANGKAN menjadi acara yang SEHARUSNYA-TIDAK-SAYA-HADIRI. Beruntung sekali teman2 saya yang tidak hadir pada malam itu, tidak merasakan apa yang saya rasakan. Entah karena melihat betapa bobroknya acara tahun ini, saya berpikir untuk tidak hadir lagi tahun depan. Tahun ini saja Saya mundur dari kepanitian karena merasa tidak sreg lagi mengurusi acara itu, belajar pengalaman tahun lalu. Dan pelajaran tahun ini yang saya dapatkan ialah saya mungkin tidak akan hadir lagi pada acara tahun depan.. ya, mungkin....
0 comments:
Post a Comment