Idiiiiiiih, Cowok Koq Bacanya Tabloid

Bintang Indonesia. UUps, salah yah saya kalo saya mengakui itu, salah yah kalo ternyata saya doyan baca tabloid Bintang. Salah, kalo tabloid Bintang itu disamakan dengan banyak tabloid gosip and selebriti lainnya yang tahunya ngulik kehidupan seleb dari yang skandal hot, rulor2 belaka, sampe ke hal2 yang ga penting kayak Kenapa si A pake sandal jepit ke acara itu ato kenapa Si B jalan dengan ini, dan beribu hal worthless lainnya. Nah inilah yang membedakan Tabloid Bintang dengan Tabloid lainnya, Bintang bukanlah tabloid gosip/selebrita umumnya. Bintang lebih menjurus kepada newstainment. Berita2nya pun jarang kepada gosip gak penting ato belum jelas, tapi lebih kepada berita yang sedang beredar yang lalu dikonfirmasikan kepada narasumber dan dari berbagai aspek. Tapi bukan itu yang membuat saya untuk menghabiskan 7000 rupiah tiap minggunya hanya untuk tahu tentang simpang siur dunia selebritis, tapi ialah liputan dunia hiburan yang dibeberkan dengan coverage menyeluruh dan jurnalisme yang berbobot.

Selain itu coverage berita di Bintang meliputi musik, film, tv, luar dan dalam negeri. Bahkan saya menjadikan Bintang sebagai referensi utama saya untuk film dan musik. Ketika mereka mereview film "Tali Pocong Perawan", "Pulau Hantu" ato "Pesan Dari Surga" sebagai film yang biasa saja, maka Saya akan tidak perlu membuang waktu untuk menonton film2 tsb. Tapi ketika Bintang merekomendasikan film "Berbagi Suami", "Kala", "Fiksi" - dan terakhir mereka membahas "Doa Yang Mengancam" nya Hanung Bramantyo- sebagai film yang bagus dan patut, maka saya akan memasukkan film2 tsb dalam list Must-See Saya. Selain itu hanya di Bintang saya mendapatkan referensi dunia hiburan yang lengkap yang tidak dimuat di media sejenis lainnya macam daftar 25 film indonesia terlaris dan terbaik, allbum indonesia terlaris, tokoh2 paling berpengaruh dalam dunia showbiz indonesia, dan banyak list lainnya yang selalu saya tunggu. Pokoknya, membaca Tabloid Bintang bagai saya menonton E! News ato Daily 10 dengan campuran konten lokal dan manca yang terwujud dalam media kertas.

Yah mungkin yang membuat tabloid ini yang keliatan msuk dalam golongan tabloid ibu2 ialah karena mungkin sebagian isinya ditujukan kepada kaum hawa, sehingga disna terdapat resep2 makanan atao rahasia kecantikan khas tabloid ibu2. Tapi itu tidak menutup kemungkinan bahwa tabloid ini untuk segala golongan karena isinya sangat luas, sesuai dengan hal paling teraktual, mulai dari maia ahmad hingga artalyta, jonas brother hingga ryan si pembunuh berdarah dingin, dari antasari ansar hingga indonesian idol, dari kasus makanan berbahaya hingga konvensi partai demokrat barrack Obama, dari tren selebriti bikin blog hingga liputan film Laskar Pelangi, dari tren ponsel 3G hingga Emmy Award.

Tapi apa mau dikata, persepsi masyarakat yang kadung ntuk mengkotakan tabloid macam tabloid Bintang Indonesia ke dalam tabloid ibu2 bikin saya kadang dipandang aneh yah. Dan apa mau dkata juga bahwa kadang2 yang namanya gengsi dan harga diri berperan besar. Jadi kala ketika saya sedang di toko majalah langganan saya, berjumpa dengan anak2 SMA yang sedang membeli majalah Aneka, Ibu2 yang mampir dari pasar atau kenalan yang sedang mencari harian Serambi dan ketika mendapati saya membeli tabloid Bintang dan melihat dengan tatapan "Idiiih" sembari bertanya "hah! riyan suka baca tabloid gosip yah???!", maka saya harus menangkis serangan yang ada -bukan, bukan, bukan dengan menjelaskan panjang lebar apa seh sebenarnya tabloid Bintang sebagaimana saya paparkan di atas, yang saya lakukan ialah mengeluarkan kalimat utama yang paling ampuh ketika berada di situasi seperti ini yaitu dengan cukup mengatakan "Gak kok, ini pesanan Mama........."

0 comments:

Post a Comment