Bintang
Selain itu coverage berita di Bintang meliputi musik, film, tv, luar dan dalam negeri. Bahkan saya menjadikan Bintang sebagai referensi utama saya untuk film dan musik. Ketika mereka mereview film "Tali Pocong Perawan", "Pulau Hantu" ato "Pesan Dari Surga" sebagai film yang biasa saja, maka Saya akan tidak perlu membuang waktu untuk menonton film2 tsb. Tapi ketika Bintang merekomendasikan film "Berbagi Suami", "Kala", "Fiksi" - dan terakhir mereka membahas "Doa Yang Mengancam" nya Hanung Bramantyo- sebagai film yang bagus dan patut, maka saya akan memasukkan film2 tsb dalam list Must-See Saya. Selain itu hanya di Bintang saya mendapatkan referensi dunia hiburan yang lengkap yang tidak dimuat di media sejenis lainnya macam daftar 25 film indonesia terlaris dan terbaik, allbum indonesia terlaris, tokoh2 paling berpengaruh dalam dunia showbiz indonesia, dan banyak list lainnya yang selalu saya tunggu. Pokoknya, membaca Tabloid Bintang bagai saya menonton E! News ato Daily 10 dengan campuran konten lokal dan manca yang terwujud dalam media kertas.
Yah mungkin yang membuat tabloid ini yang keliatan msuk dalam golongan tabloid ibu2 ialah karena mungkin sebagian isinya ditujukan kepada kaum hawa, sehingga disna terdapat resep2 makanan atao rahasia kecantikan khas tabloid ibu2. Tapi itu tidak menutup kemungkinan bahwa tabloid ini untuk segala golongan karena isinya sangat luas, sesuai dengan hal paling teraktual, mulai dari maia ahmad hingga artalyta, jonas brother hingga ryan si pembunuh berdarah dingin, dari antasari ansar hingga indonesian idol, dari kasus makanan berbahaya hingga konvensi partai demokrat barrack Obama, dari tren selebriti bikin blog hingga liputan film Laskar Pelangi, dari tren ponsel 3G hingga Emmy Award.
Tapi apa mau dikata, persepsi masyarakat yang kadung ntuk mengkotakan tabloid macam tabloid Bintang
0 comments:
Post a Comment