Akankah Para Laskar Melangkahi Fahri dan Aisyah???

MENETESKAN AIR MATA 1.5 JUTA PENONTON DALAM 2 PEKAN”, begitulah bunyi dari headline Bintang Indonesia minggu ini terkait dengan sukses besar LASKAR PELANGI, film yang diangkat dari novel karangan Andre Hirata ini. Jumlah ini ialah hampir setengah dari estimasi total penonton film Ayat-ayat Cinta – film yang sampai saat ini memegang gelar sebagai film Indonesia terlaris sepanjang masa. Jika grafik penonton bertahan seperti ini hingga sebulan ke depan, bukan tidak mungkin bisa merontokkan film Ayat-ayat Cinta. Film Ayat-ayat Cinta sendiri diperkirakan menggalang 3 jutaan penonton ke bioskop dalam kurun masa tayang yang hampir du bulan. Saat itu produsernya yakin kalau AAC bisa menyentuh angka 5 jutaan penonton. Apalagi film AAC punya kopian film yang banyak –bahkan melebihi jumlah kopian film Harry Porter and Globet Of Fire- sehingga diharapkan lebih bisa menampung lebih banyak penonton. Tapi apa mau dikata , pesona film AAC tidak bertahan lama, jumlah penonton pun mentok di angka 3 jutaan penonton. Tapi itu saja sudah membuat AAC sebagai film terlaris di Indonesia yang pernah ada, menggantikan “Eiffel, I’m In Love” yang memegang gelar tesebut selama beberapa tahun.

Laskar Pelangi bisa mempunyai potensi yang sangat besar untuk menjadi magnet penonton untuk meyambangi bioskop. Film ini adalah fim keluarga sehingga pangsa pasar yang ada bisa jauh lebih luas ketimbang film dram yang mensasar penonton dewasa. Selain itu, selayaknya film2 yang diangkat dari novel sukses, tentunya akan membuat penasaran para pembacanya untuk mengetahui bagaimana cerita dari novel kesayangan mereka di audiovisualisasikan dalm bentuk nyata. Menilik bahwa novel Laskar Pelangi adalah salah satu novel terlaris di Indonesia, bisa dibilang yang penasaran dengan versi filmnya tentu tidak sedikit.

Film Laskar Pelangi disokong oleh sineas2 terkemuka di negeri ini. Disutradai oleh Riri Riza, diproduseri Mira Lesmana, dan diskenariokan oleh Salman Aristo yang juga menulis plot untuk film Ayat Ayat Cinta. Ketka kabarnya novel ini akan difilmkan, kontroversi merebak di antara para penggemar AAC, ada yang mendukung, tak sedikit pula yang mencerca. Tapi sang empunya novel, Andre Hirata meyakinkan bahwa film ini akan bagus. Andre yang telah membaca plot skenario yang dibuat oleh Salman, menyatakan bahwa film ini akan berbeda dengan novelnya –dalam arti yang bagus. Bahwa film ini akan menjadi media tersendiri, tidak terkait dengan novelnya utuh. Bahkan untuk membuktikan bahwa ini tidak sekedar proyek biasa. Para sineas melakukan observasi tersendiri terhadap novel yang diangkat dari kisah nyata Andre Hirata ketika bersekolah di SD Muhammadiyah Belitung. Hasilnya ialah pengembangan ceira tersendiri, seperti munculnya tokoh2 yang sebenarnya terlibat di cerita nyatanya tapi luput di novelnya –hasil observasi yang membuat kagum Andre Hirata sendiri.

Jadi kita hanya bisa menunggu apakah Film Laskar Pelangi mampu untuk menggalang lebih banyak penonton lagi dalam masa edarnya dan mencetak rekor tersendiri untuk mereka. Toh andaikata total penonton Laskar Pelangi tidak menyentuh jumlah penonton dari AAC, itu bukanlah suatu masalah. Karena film ini tetap mempunyai cacatan sejarah tersendiri di dunia perfilman indonesia. Dan membuktikan bahwa bangsa indonesia tidak hanya doyan nonton film mistis atau komedi seks. Serta menunjukkan bahwa penonton indonesia punya potensi besar untuk menonton film2 berkualitas dan berisi sehingga para produser film tidak selalu menyepelekan penonton indonesia dengan film2 yang tanpa bobot dan hanya membodohi masyarakat.

0 comments:

Post a Comment