Musik Itu Bukan Tentang Cinta Melulu


Ok, lihatlah lagu2 yang muncul di acara musik yang ada, entah itu di MTV Ampuh, Dahsyat, atau Inbox. Bisa jadi hampir seluruh lagu yang ada tidak lain dan tidak bukan berteman satu yaitu CINTA. Entah itu tentang seseorang yang dipuja2 atau tentang dikhianati kekasih atau berselingkuh atau cinta yang bertepuk sebelah tangan dan lagu2 lainnya yang tidak jauh jauh dari tema hubungan romansa 2 orang anak manusia. Entah krna mungkin itu tema lagu yang mudah ditulis karna sifatnya yang sangat personal dan mudah dijual ke pada publik karna yah itu tadi, bisa jadi cerita yang termuat dalam lagu dekat dengan personal sang pendengar. Masih sih ada yang mengambil tema lain , tapi tidak banyak. Padahal jika melongok katalog musik indonesia yang ada, musik2 kita pernah menampilkan tema beragam yang dijadikan bahan lagu, entah itu tentang politik dan sosial (lagu2nya bang Iwan Fals), tentang baju baru (..Ma,ma, ma, ma, oha Mama, belikan aku baju yang baru Ma, tuk dipakai di hari minggu Ma), tentang acara malam mingguan (..Malam minggu, aye pergi ke bioskop..), tentang materialisme (..Uang bisa bikin orang mabuk kepayang..), tentang dunia yang penuh kepalsuan (…Dunia ini panggung sandiwara..), tentang asiknya berkhayal (..Andai, A.. A..A… Ku jadi orang kaya, Andai..A..A..A.. Ga usah pake kerja), tentang padatnya tempat tinggal (..Ooh sekarang rumahnya berjubel, oooh banyak penduduknya..), tentang basket (..nombok dong, nombok dong..), hingga tentang mobil balap (..Asoy geboy, ngebut di jalanan ibu kota..) dan tema-tema lainnya yang beragam lagi. Dan tidak salah kalau ingin berlagu cinta, tapi kreatif donk. Tidak hanya sekedar sekedar lagu-lagu cinta yang tidak jauh dari lirik yang hampir2 seragam bunyinya.

Mungkin benar adanya seperti yang dikatakan oleh Efek Rumah Kaca di album debut self-titled mereka. Sepertinya kita sudah terlalu sering disuguhi lagu2 cinta nan melankolis. Dalam lagu “Cinta Melulu” mereka menyidir bagaiman kita (Indonesia) begitu doyan dengan lagu yang sendu2, entah tentang baru jadian atau patah hati, tentang cinta yang sedang mesra2nya atau perselingkuhan. Asal lagu dengan tema itu dibalut dengan musik yang menyayat hati maka tenar lah lagu itu.

Efek Rumah Kaca adalah band asal jakarta yang terdiri dari 3 orang: Cholil, Akbar dan Adrian. Di album yang banyak mendapat pujian dimana-mana ini, mereka menampilkan lagu2 dari berbagai tema dan sudut pandang. Tentang perjuangan pejuang HAM, Munir pada lagu “Di Udara”, tentang kebebasan berpendapat (“Jalang”), tentang manusia yang kerap berbuat dosa (“Debu-debu Berterbangan”), budaya konsumerisme (“Belanja Terus Sampai Mati”), dan Global Warming (“Efek Rumah Kaca”). Tapi jangan pikir kalau Efek Rumah Kaca anti terhadap lagu bertema cinta, mereka masih punya kok slot untuk lagu bertema cinta tapi dengan visi yang lain, seperti lagu “Jatuh Cinta Itu Biasa Saja”, mengungkap kan bagaimana jatuh cinta itu bukan apa2 karena setelah jatuh cinta itu baru yang luar biasa dan kadangkali cinta yang terlalu buta itu bisa menggiring ke yang tidak baik. Ataupula tentang ditaksir oleh seseorang yang sesama jenis dan menolaknya dengan baik2 di lagu “Bukan Lawan Jenis”, lagu yang musiknya keren bangeeet, mengingatkan saya pada Snow Patrol.

Yang pasti setelah mendengar album penuh bobot dari Efek Rumah Kaca ini, Saya muncul dengan kesimpulan bahwa; 1) Di Indonesia masih punya banyak potensi musik berkualitas yang bisa dikembangkan dan dibanggakan kepada masyarakat luar, 2) Musik yang bisa ditampilkan itu tidak sekedar “..Aku cinta kamu sampai mati..”, atau “..Akan kulakukan apapun untukmu..” atau “..kau menghancurkan hatiku berkeping-keping..”. masih banyak tema yang bisa dituangkan dalam lagu..

0 comments:

Post a Comment