
Tertawa ialah salah satu hak manusia. Tertawa merupakan bentuk ungkapan perasaan manusia yang senang. Tertawa kata psikolog bisa memperpanjang umur sebantak 5 menit. Tertawa juga ialah salah satu cara untuk melepaskan stress dan menghibur diri. Tapi bagaimana jika tertawa itu beralih fungsi dari alat pelepas stress menjadi alat yang bisa menyakiti hati orang lain. Seringkali kita menertawakan orang lain dalam kesehariaan. Entah menertawakan kesialannya, tingkah lakunya, pakaiannya, bagaimana dia bergerak, berjalan dan berbicara, ataupun kebodohan seseorang. Dan begitulah saya sendiri juga seperti itu, seringkali saya menertawakan seseorang bersama teman saya, menertawakan orang yang kami lihat di jalan, menertawakan kelakuan bos2 saya, hingga menertawakan teman sendiri. Kadang-kadang seringkali saya menertawakan seseorang di didepannya sehingga orang yang jadi sasaran tertawaan saya menjadi malu, heran, minder atau kesal.
Kata pepatah "What goes around, comes around". Hidup itu seperti bumerang, kadang2 apa yang kita lempar kembali ke diri sendiri. Tadi sore, ketika saya datang ke kampus, 2 orang sahabat saya dari jauh mulai saling berbicara dan menertawakan saya. Saya sih mencoba cuek saja karena ini bukan pertama kali mereka seperti itu. Saya sudah menyangka mereka akan tertawa karena saya rasakan setiap kali saya datang, ada saja yang mereka tertawakan. Saya sendiri sampai heran, apa jalan saya yang salah, baju saya yang salah, atau apa siih yang ditertawakan setiap kali saya datang. Seringkali saya sih tidak ambil pusing, saya anggap itu sekedar becandaan. Biasanya saya hanya diam saja dan menimpali dengan mengobrol lain. Hari ini pun ketika mereka menertawakan saya saat datang saya hanya melengos aja sambil ngedumel "Are you thing you a perfect enough?". Ternyata tertawaan mereka tidak berakhir ketika saya memasuki ruangan mereka pun kembali menertawakan saya. Semua itu punya batasan, ketika batasan itu ditembus maka kita harus bereaksi. Saya yang sudah kadung ber-mood jelek karena ditertawakan sebelumnya langsung berkata "Mang ada apa sih, kok aku datang kalian selalu ketawa???". Mereka yang menyadari saya marah hanya diam dan ada yang berkata "wah gak enak nih lagi suasana". Persetan deh suasana loe gak enak, kalo loe dapat kesenangan dari nertawain gw.
Tertawa memang suatu yang menyenangkan, begitupun ketika kita menertawakan seseorang. Malah itu lebih menyenangkan karena memberikan kita semacam kepuasan karena bisa merasa lebih baik dan lebih tinggi dari orang yang kita tertawakan. Ketika kita menertawakan orang lain kita mendapat kepuasan tersendiri karena kita merasa bahwa kita lebih baik dari orang lain, memberikan kepuasan kepada kita untuk menganggap orang lain lebih rendah dari kita. Kita sering kali menganggap diri kita lebih baik dari orang lain. Menganggap orang penuh kekurangan dan kita ialah manusia yang sempurna sehingga kita punya kebebasan untuk menertawakan orang lain. Padahal kita sendiri belum tentu lebih baik dari orang yang kita tertawakan. Seni tertawa akan hilang maknanya ketika kita memperoleh kesenangan dengan menertawakan orang lain. Ada kalimat yang berbunyi seperti ini
MAKE FUN WITH PEOPLE....
....BUT NOT MAKE FUN OF PEOPLE
Maknanya ialah ketika kita tertawa, tertawalah bersama karena sesuatu yang lucu terjadi bukannya menjadikan teman kita sebagai bahan tertawaan. Karena memang sangat tidak enak menjadi bahan tertawaan orang lain, I know it ciz i have feel it. And it felt veeeryyyyy not good.
lirik dan chrod lagu aceh bisa di http://nandardeath.wordpress.com/lirik-lagu-aceh-chord/ ada lebih dari 40 judul lagu, thanks...
ReplyDeletehahaha....
ReplyDeletedaku tertawa juga lah...
berhubung daku hobynya tertawa sangat