Siapa kah itu Sasha Fierce? Beyonce menyebut Sasha Fierce ialah sosok alter-ego dirinya yang menunjukan sisi Beyonce yang lebih dinamis dan aggresive, ketimbang perconaliti Beyonce yang lembut dan mellow. Beyonce mnyebutkan bahwa Sasha Fierce ialah sosok personaliti yang mengambil alih dirinya ketika ia sedang bekerja dan di atas panggung. "Dia lebih seksi, lebih aggresive, lebih terbuka, dan lebih gemerlap saat saya tampil".
Dalam paket penjualannya, Album "I Am.. Sasha Fierce" dibagi dalam 2 side disc. Side pertama yang dilabelin "I Am", merupakan perwujudan dari pribadi Beyonce. Side ke 2 dilabeli "Sasha Fierce" yang direpresentasikan untuk sosok alter egonya itu. Masing-masing disc memuat 6 dan 5 lagu. Jika membeli yang deluxe edition maka akan mendapat extra 3 lagu tambahan. Jika membeli lewat iTunes maka mendapat tambahan 2 bonus lagu lagi.
Side 1 berisi lagu yang kesemuanya berjenis ballad dan bertempo slow atau medium. Mungkin ini dimaksudkan untuk menunjukkan sisi feminitas dari seorang Beyonce. Dibuka dengan lagu "If I Were A Boy", sebuah lagu balada yang mengkritik para pria, sebuah lagu dengan melodi yang sangat mudah nyantol ke kepala. Beyonce juga memperlihatkan kemampuan bernyanyinya yang sangat prima di lagu "Ave Maria" yang sangat syahdu. Lead-Singer dari OneRepublic, Ryan Tender yang juga menulis lagu hits tahun 2008 milik Leona Lewis "Bleeding Love", turut menyumbang lagu cinta "Halo" yang enak banget didengar telinga. Awalnya lagu ini diperuntukkan untuk Leona Lewis, tapi karena Leona tidak sempat untuk merekamnya makanya lagu ini menjadi milik Beyonce. Selain itu juga ada lagu bagus lainnya seperti "Disappear" dan "That Why You're Beautiful".
Beralih ke sisi Sasha Fierce. Maka kita akan menemukan sisi Beyonce yang liar, seksi, dan lincah. Sisi yang selama ini kita temui di album Beyonce sebelumnya seperti di album "B-Day", lagu2 dengan beat cepat dan menggoda . Dibuka dengan "Single Ladies". Kita akan disuguhi beat-beat yang memohok dan melodi yang riang. Lagu ini pula yang menjadi lagu terbaik di album ini. Tidak heran kalau Rolling Stone Amerika menobatkan lagu ini di peringkat nomor 1 dari 100 lagu terbaik di tahun 2008. Ada juga lagu "radio" yang akan mengajak kita untuk bergoyang. Dan tidak ketinggalan lagu "Sweet Dream", Video Phone", dan Scared of Lonely" yang siap mengajak anda mengguncangkan tubuh.
Bagi saya, sisi Beyonce atau Sasha Fierce sama menariknya. Setiap sisi itu menyimpan daya magnetnya sendiri-sendiri. Walau ada beberapa review yang menyebutkan bahwa Sisi Sasha Fierce lebih menang seperti salah satu website yang menyebutkan bahwa "Sasha Fierce over shadow Beyonce lite", saya tidak terlalu peduli karena saya tidak terlalu ingin over-analys untuk ini. Saya sendiri sangat enjoy mendengar album ini. Lagu-lagunya sangat bagus untuk segi komersil tapi tidak kendor di segi kualitas. Beyonce akan mengajak mendengarkannya dengan penghayatan dan sesekali kepala dan pundak digoyangkan sedikit dan pelan saat menikmatinya. Sasha fierce membuat kita menggoyangkan pinggul, menari, bertepuk, dan menjentikkan jari.
Beyonce atau Sasah Fierce kedua2nya sama menarik bagi saya. Beyonce dan Sasha bukanlah untuk diadu. Mereka ialah 2 ego berbeda dari satu sosok yang sama. Mungkin banyak media memberikan point 1-0 untuk Sasha. Tapi saya akan memberikan point 1-1
![Reblog this post [with Zemanta]](http://img.zemanta.com/reblog_e.png?x-id=62feb762-a9b8-440e-af2a-994afef6e16e)
0 comments:
Post a Comment