Pleasure of Pain

Kata orang sakit yang saya alami sekarang pasti akan datang, tidak bisa ditolak atau diundur dan ketika datang sakitnya bakal minta ampun. Yang saya bicarakan itu ialah tentang gigi paling yang tumbuh paling akhir untuk melengkapi formasi gigi oranga dewasa. Itu yang sekarang sedang melanda saya. Gigi paling belakang di bahagian kanan mulut saya sedang ingin dalam tahap pertumbuhan. Teman2 saya yang sudah melewati fase ini bilang kalau itu bakal perih banget. Saya yang mendengarnya sampai kecut juga. Apakah nantinya saya akan se-"sengsara" itu. Sejak proses itu berlangsung, keadaan saya ternyata tidak setragis yang diceritakan. Memang sih mulut jadi agak nggak nyaman, penglihatan agak menurun, kepala snut-snut, dan badan seperti meriang. Tapi toh saya tidak seperti teman saya yang sampai demam karena itu. Sakitnya memang bikin apa2 gak enak, abiz bawaannya lemas gitu kan. Tapi kan saya tidak bisa larut dalam sakit gigi ini. Untuk memedamnya saya harus menikmati sakit yang berlangsung sepanjang hari ini.
"Menikmati sakit" yang kita rasakan ialah salah satu cara efektif bagi saya agar rasa sakit itu itu begitu terasa mendera. Kita akan sedikit melupakan rasa sakit itu dan malah menjadikan sakit yang kita alami sebagai suatu hal yang mampu kita lewati. Selalu memikirkan rasa sakit itu dan menggerutu karenanya hanya membuat rasa sakit itu semakin parah karena kita akan terus mengeluarkan aura negatif dalam menghadapi sakit itu. 
Layaknya hidup, kita akan senantiasa menghadapi berbagai masalah dan derita. Lalu apakah kita akan terpuruk dan sibuk mengeluh karena itu semua. Tentu tidak, kita sebaiknya mengubah itu semua menjadi suatu kesenangan dan kenikmatan. Layaknya bermain Gears of War, makin banyak musuh, makin sulit arena, dan makin beraneka ragam strategi yang diperlukan maka makin nikmat permainan itu. Yah walaupun kalau terlalu sulit jadi males mainnya, he he he.
Kalau kata ustadz, sakit yang diberikan kepada kita ialah salah satu cara Allah untuk mengurangi dosa kita. itu berarti, selalu ada kenikmatan di setiap derita yang kita alami. Tidak usah menghindar dari cobaan dan rasa sakit karena itu hadir agar kita bisa lebih kuat dan tegar. Hadapi saja itu semua dan yakinlah itu hadir bukan untuk menjatuhkan kita tapi untuk membuat kita menjadi yang lebih baik. Jalani saja hidup ini dengan menikmati segala. Memang menikmatinya tidak akan membuat segala yang terjadi hilang. Cobaan itu akan tetap ada, derita itu masih mungkin dialami dan sakit gigi itu juga tetap berlangsung. Tapi setidaknya kita bisa lebih kuat menghadapinya ketimbang sibuk menggerutinya. 
Kesakitan, kesedihan, permasalahan, dan penderitaan ialah bentuk-bentuk cobaan kita sebagai manusia. Yang namanya cobaan itu memang tidak akan selalu enak rasanya. Jadi kalau rasa NGGAK ENAK itu semakin dibuat tidak enak maka kita akan berat menghadapinya. Tapi kalau rasa itu kita bawa dengan perasaan enak maka lebih mudah untuk kita menghadapinya. Cobaan itu akan tetap ada tapi kita lebih ringan untuk memikulnya.
Jadi sepertinya saya sudahi ceramah singkat saya (alah, alah, lagaknya kiai) karna saya ingin menikmati proses tumbuh gigi saya ini. Kepala puyeng, badan lemas no problemo. Karena setelah mempostingkan ini, saya akan pergi hangout dulu dengan sahabat2 saya. Sakit boleh mendera tapi hidup ini harus tetap dilanjutkan dan dinikmati

0 comments:

Post a Comment