Story: Esther, gadis yatim piatu keturunan eropa timur yang tinggal di satu panti asuhan, diadopsi oleh pasangan muda John & Kate. Pasangan itu berharap dengan kehadiran Esther dapat menjadi pengganti Jessica, anak mereka yang meninggal dalam kandungan. Bukannya mendatangkan kebahagiaan, Esther malah membawa kekacau balauan dalam keluarga itu. Mereka baru saja mengundang psikopat berdarah dingin masuk ke rumah mereka.
My Notes: Orphan bukanlah film yang bagus banget tapi juga bukan film yang jelek. Untuk ukuran sebuah film hiburan film ini bisa dibilang berhasil.Film yang bakal bikin suasana bioskop jadi lebih seru. Ketegangan-ketegangan dibangun dan disusun dengan baik. Termasuk bagaimana sedikit demi sedikit jati diri Esther terbuka dan tentu saja dengan gimmick di penghujung film yang membuat teperangah. Tribute terbaik tentu saja ditujukan untuk pemeran Esther, Isabelle Furhman yang berakting dengan cemerlang. Sangat menyakinkan melihat ia memerankan pembunuh berdarah dingin usia 10 tahunan. Bravo.
Best Scene: Scene-scene yang melibatkan Esther. Isabelle Fuhrman memanglah scene-stealer dalam film ini. Akting terbaiknya ada pada scene ketika jati diri sebenarnya terungkap.
FYI: Tagline dari film ini sempat mengundang kontroversi. Awalnya line yang dipakai ialah: "It must be difficult to love an adopted child as much as your own" lalu diganti menjadi: "I don’t think Mommy likes me very much."

0 comments:
Post a Comment