
Bagi saya film yang bagus itu harus memenuhi 2 syarat utama. 1. Film itu harus memiliki fungsi utama sebuah film sebagai alat media hiburan. Film yang bagus itu mampu memuaskan penonton dan menarik orang untuk menikmati filmnya. Syarat ke-2 ialah sebuah film harus memenuhi estetika kualitas sebuah film. Sebuah film harus mempunyai standar bobot yang benar-benar bermutu sebagai sebuah film. Plot cerita, editing, sinematografi, penyutradaan, artisitk, dan hal-hal lain yang mewujudkan sebuah esensi dari film berkualitas. Yah memang dalam kenyataannya tidak selalu kedua syarat itu terpenuhi. Ada film yang menarik tapi secara kualitas tidak membanggakan. Ada film yang secara kualitas jor-joran tapi flop di pasaran. Secara gamblangnya Film Yang Sangat Baik versi saya ialah film yang dipuji kritikus film dan digemari oleh publik awam. Film yang mampu menunjukkan tajinya melawan film-film standar musim panas dan juga mampu menunjukkan tajinya di ajang penghargaan film. Nah, dari begitu banyak film yang muncul tahun ini, bagi saya ada satu film yang mampu memenuhi persyaratan itu dengan sempurna dan itu ialah film “The Dark Knight”. Yah instalment teranyar dari tokoh komik DC Comics, Batman yang menjadi film terlaris tahun ini dan kedua terlaris sepanjang masa –sedikit lagi menggoyahkan kedigyaan film Titanic. Ini adalah film yang sangat memukau saya, hingga sampai saat ini pun saya belum lelah menontonnya. Film ini berlalu bagai tanpa cacat. Segalanya, segalanya di film ini berada pada porsi semestinya. Skenarionya yang brilian, sinematografi yang mempesona, deretan pelakon yang handal, dan penyutradaan Christopher Nolan yang jenius membuat film ini akan membuat setiap kritikus film yang mengulas film ini mengangkat kedua jempol mereka untuk karya masterpiece ini. Siapa yang mengira kalau film superhero bisa dihasilkan seberat ini. Superhero yang diangkat dari komik biasanya kentara dengan warna-warni fantasi khayalan anak-anak penggemar komik. Keputusan untuk me-reboot film Batman lewat Batman Begins dangan melakukan pendekatan realistis kepada penceritaannya ialah sangat tepat. Sehingga selanjutnya akan menerapkan standar tersendiri untuk film-film Batman berikutnya.
Dan janganlah kita lupa menyebutkan bintang sebenarnya dari film The Dark Knight, the one and only the Late HEATH LEDGER. Ialah urat nadi terbesar film ini lewat tokoh Joker dengan pendalaman karakter yang sangat mengagumkan. Tutur bicaranya, bahasa tubunhya, emosinya, dan gerakan lidahnya betul-betul merupakan hasil eksplorasi karakter yang tidak main-main. Dan jika rumor yang menyebutkan bahwa kematian Heath Ledger salah satunya ialah efek jangka panjangnya karna terlalu mendalami karakter ini. Saya akan bilang itu tidak sia-sia. Bukannya saya bilang seorang aktor harus terganggu mental-psikisnya untuk mencapai kesempurnaan karater yang akan diperankannya, tapi bahwa apapun yang dilakukan Heath untuk peran ini ialah pencapaian besarnya. Yang mungkin Heath sedikit keluar jalur. Efeknya berdampak berlebihan pada dirinya. Jadi kalau dengan kualitas akting seperti ini di Oscar 2009 nanti nama Heath Ledger tidak tersemat, saya rasa saya akan bersumpah serapah.
Dan tidak bermaksud untuk memuji Heath berlebihan dan melupakan sumbangsih aktor lainnya. Christian Bale aktingnya bagus, walau suara paraunya saat menjadi Batman, bagi saya bagai kerikil kecil yang sedikit mengganggy perjalan saya. Aaron Eckhart berperan sangat bagus sebagai Harvey Dent, si jaksa lurus nan idealis. Akting prima lainnya diberikan oleh pemeran Rachel Dawes, Maggie Gyllenhaal. Awalnya saya bertanya-tanya kenapa harus dia yang terpilih. Well, Maggie bukanlah tipikal cewek yang biasany adipilih untuk menjadi pacarnya superhero.tapi Maggie membuktikan dengan performa yang sangat baik. Mengupgrade sangat jauh peran Rachel Dawes yang sebelumnya diperankan oleh Katie Holmes. Saya malah sekarang menjadi penggemar tersendiri dari akting Maggie. Jadi ketika tokoh Rachel Dawes dibuat tewas di film ini, saya agak menyayangkan karena berarti tidak bakal ada Maggie di film berikutnya. Berbicara tentang karakter yang dibuat tewas di film, saya berpendapat bahwa kadangkali itu dibutuhkan untuk memberikan efek tragis dan memperoleh hasil skenario yang bagus. Cerita di film X-Men 3 tidak akan sebagus itu jika penulis ceritanya tidak membuat Cyclops, Jean-Grey, hingga Prof- X terbunuh di film itu. Tepat seperti di film Stranger Than Fiction, ketika harold berusaha menghentikan Eifel untuk tidak menulis bahwa ia mati, tapi psikiater Harold berkata bahwa cerita ini tidak akan sempurna jika dia tidak mati. Karna memang kadang2 kematian seseorang itu diperlukan untuk memperkuat pondasi cerita.
The Dark Knight sudah pasti masuk dalam daftar 100 Film Terbaik Sepanjang Masa jika ada daftar baru yang dibuat lagi. Situs IMDb saja sudah menobatkan film ini sebagai “Best Film Of All Time”. Jadi sepertinya tidak perlu lagi panjang lebar menyakinkan bahwa film ini adalah salah satu masterpiece jagat film . Dan saya menobatkan THE DARK KNIGHT sebagai 2008’s FILM OF THE YEAR.
hai Rayen...
ReplyDeletemaaf ya, tapi menurut aku (ini menurut aku lho..) Batman : The Dark Knight ini merupakan fil Batman Terburuk yang pernah ada.
dari segi penyuntingan gambar dan Music memang cukup bagus. tapi coba lihat pada beberapa scene yang terlompat dan membuat cerita jadi lebih tidak masuk akal.
bagaimana tiba-tiba Joker bisa selamat dari kantor polisi, dan scene langsung berubah di tempat ' wanita batman' di swandera.
trus alur cerita yang terlalu bertele-tele. terlalu lama untuk mencapai apa yang harusnya lebih banyak diperlihatkan dalam film ini.
menariknya film ini hanya terletak pada adegan saat Batman mengejar Joker di tengah kota. dan pada karakter Joker.
lebih dari itu tidak ada yang menarik dari film ini.
jadi, kalau film ini mendulang income yang hampir sama dengan Titanic, itu benar-benar hanya karena rasa penasaran penonton untuk menyaksikan Aksi Heith Ledger dan Aksi Batman di Asia.
walau akhirnya banyak kecewa..
-peace-
untuk film superhero, hmm...aku setuju pendapat rian. ini emang film yg luar biasa.
ReplyDeletenontonnya bener2 harus konsen. kalo enggak, ya jdi berasa ga nyambung lah, loncat2 lah. karena alur ceritanya itu mengajak penonton untuk berimajinasi sendiri ketika timbul pertanyaan :kok dia ada disitu sih? kok dia jadi kekgitu? kok joker bisa mempengaruhi orang banyak sih? kok filmnya jadi begini ya? lho kok gitu sih? eh eh eh...Lha????
jadi ni ya...masalah dika yg ngerasa alurnya lompat2, kalo aku disitulah letak dari sebagian kecil serunya dr film ini. aku jadi bisa menambahkan sendiri potongan2 yg terloncati itu. dan...setuju sekali, batman/christian bale ga jadi pemeran utama melainkan joker/heath ledger. aktingnya emang anjing gila kaliiiiiii!!!!!!!!!tiap detil dari joker betul2 sempurna sama heath ledger!!!!! aku malah ga yakin kalo itu heath ledger! bener30x mengagumkan aktingnya. kalo bale snediri sih, aku lebih suka dia di the machinist. suaranya dlm kostum batman amat sgt mengganggu buat aku.trs maggie, agak familiar sih dan bertanya2 kenapa harus dia yg mmemeranka dawes, tapi aktingnya juga mampu mengimbangi pemeran lainnya. well, semua pemeran dalm batman berakting amat sangat bagus sekali kecuali ada satu polisi yg dicina itu yg sedang menodongkan pistol ke batman ketika dia akan terbang bersama bos cina itu. tau kan? seharusnya di shoot ulang tuh, ekspresinya kurang dapat. untuk efek...salut deh! kematian dawes adalah efek terbesar! tapi apakah dia benar2 sudah mati?ayooooo...aku ga yakin dia mati. psati dia akan 'dibangkitkan' lagi utk film2 selanjutnya...
Dik, kadang-kadang kenikmatan itu datang dari berpikir, coba aja tanya ma fisikawan, apa asiknya sih bergelut dengan rumus dan teori super sulit itu, jawabnnya pasti asik karna ada keasikan tersendiri yang tersimpan. Dalam menonton film begitu juga, kenikmatan bisa datang dari film yang membuat tertawa, dari film yang membuat menangis, dari film percintaan yang tragis, dari film yang penuh tembak2an, dari film yang bersimbah darah dan tubuh manusia yang dibantai, dan dari film2 berat yang mengajak berpikir. Kalau aku pribadi, film2 yang punya skenario menarik dan berat itu mempunyai daya tarik sendiri, karena kadang2 di film seperti itu ada gimmicknya tersendiri. Kalo Dark Knight aja dah danggap berat, pernah nonton film There Will Be Blood atau No Country For Old Men, nah itu lbih berat lagi, but I Love it
ReplyDelete